Cerpen PENANTIAN DAN HARAPAN
Teriknya mentari tak menyuluhkan semangatku untuk mencari dia sang belahan jiwaku. Ku telusuri kota ini ku tanyakan kepada semua orang di pinggir jalan dimana rumahnya . Hari pertama nihil tak menemukan informasi satu pun yang ku dapatkan tentang keberadaan dirinya tapi aku tak kan pernah surut semangatku untuk tetap mencari keberadaan dirinya.
Esoknya aku mencoba mencari dirinya tak jua menemukan informasi tentang keberadaan dirinya sampai akhirnya ku cari informasi di salah satu teman dekatnya . Dan teman dekatnya tahu di mana keberadaan dia sekarang ketika ku dengar pernyataan itu hatiku serasa bahagia dan riang sekali . Saat itu juga aku pergi ke rumahnya di perjalanan menuju rumahya ku berdo’a semoga saja dia tak melupakan aku dan dia belum jadi milik orang lain .
Sesampainya disana ku ketok pintu rumahnya secara perlahan . Pintu itu terbuka dan ada seorang wanita yang cantik dan anggun berdiri di depanku . Cari siapa mas, “sapa wanita itu dengan lemah gemulai”, saya mencari pemilik rumah ini, “jawabku”. Oh saya sendiri pak silahkan masuk, silahkan duduk pak, “kata wanita itu dengan senyuman yang manis”. Oh tuhan apakah dia shinta dambaan hatiku apakah aku hanya mimpi ku terpesona melihat wanita itu dia anggun dan sangat sempurna bagi aku .
Pak ada keperluan apa mencari saya, “sahut waita itu”, Shinta apa kamu tidak mengenali saya, saya ini Dika temen SMP kamu waktu dulu, “jawabku sambil menaruh harap agar dia tak melupakan aku”. Dika…..temenku SMP tunggu aku ingat-ingat dulu, “sahut Shinta”, ku berharap semoga ia ingat denganku lama aku menanti jawabanya sampai akhirnya , oh….. aku ingat kamu Dika yang waktu dulu suka membantu aku bila ada seseorang yang sedang mengganggu aku , lama ya kita tak berjumpa dan terima kasih dulu kamu sudah banyak menolong aku , aku tak mungkin melupakan kamu bagi aku kamu adalah malaikat hidupku, “jawab Shinta”.
Esoknya aku mencoba mencari dirinya tak jua menemukan informasi tentang keberadaan dirinya sampai akhirnya ku cari informasi di salah satu teman dekatnya . Dan teman dekatnya tahu di mana keberadaan dia sekarang ketika ku dengar pernyataan itu hatiku serasa bahagia dan riang sekali . Saat itu juga aku pergi ke rumahnya di perjalanan menuju rumahya ku berdo’a semoga saja dia tak melupakan aku dan dia belum jadi milik orang lain .
Sesampainya disana ku ketok pintu rumahnya secara perlahan . Pintu itu terbuka dan ada seorang wanita yang cantik dan anggun berdiri di depanku . Cari siapa mas, “sapa wanita itu dengan lemah gemulai”, saya mencari pemilik rumah ini, “jawabku”. Oh saya sendiri pak silahkan masuk, silahkan duduk pak, “kata wanita itu dengan senyuman yang manis”. Oh tuhan apakah dia shinta dambaan hatiku apakah aku hanya mimpi ku terpesona melihat wanita itu dia anggun dan sangat sempurna bagi aku .
Pak ada keperluan apa mencari saya, “sahut waita itu”, Shinta apa kamu tidak mengenali saya, saya ini Dika temen SMP kamu waktu dulu, “jawabku sambil menaruh harap agar dia tak melupakan aku”. Dika…..temenku SMP tunggu aku ingat-ingat dulu, “sahut Shinta”, ku berharap semoga ia ingat denganku lama aku menanti jawabanya sampai akhirnya , oh….. aku ingat kamu Dika yang waktu dulu suka membantu aku bila ada seseorang yang sedang mengganggu aku , lama ya kita tak berjumpa dan terima kasih dulu kamu sudah banyak menolong aku , aku tak mungkin melupakan kamu bagi aku kamu adalah malaikat hidupku, “jawab Shinta”.
SELENGKAPNYA...
Minggu, 15 April 2012 | 0
komentar






